Coklat – Makanan Para Dewa
Coklat dipercaya oleh suku Aztec sebagai ‘makanan para dewa’. Coklat mengandung bahan-bahan yang dipercaya dapat mempengaruhi susunan syaraf dalam otak dan juga mengandung suatu zat yang disebut theobromine, yang mirip
dengan kafein tapi dalam kadar yang lebih rendah. Theobromine sendiri berasal dari kata theobroma yang berarti ‘theo’ adalah ‘god’ dan ‘brosi’ adalah ‘food’, sehingga theobromine diartikan sebagai ‘food of the gods’.
Coklat mengandung antioksidan (suatu enzyme yang dapat mencegah terbentuknya sel kanker ) yang lebih besar daripada antioksidan yang terdapat dalam red wine.
Coklat juga dipercaya sebagai aphrodisiac food, yaitu makanan penambah gairah, membawa perasaan senang dan gembira pada yang mengkonsumsinya. Rahasianya ada pada kombinasi kedua makanan ini : segelas red wine dan sepotong dark coklat.
Silakan Anda mencoba, segelas Cabernet dan sepotong coklat dark couverture. Nikmati, dan rasakan perpaduan red wine di tenggorokan Anda dengan sensasi coklat yang meleleh di dalam mulut Anda. Kenikmatan dan sensasi kedua makanan itu pasti membawa perasaan Anda melayang dan terbang tinggi.
Sepotong coklat yang ‘so sweet and melted in your mouth’ dapat mencairkan suasana yang dingin menjadi hangat dan sangat ‘friendly’…. Jadi, jangan pernah lupa membawa coklat yang sudah Anda beli ketika Anda berkunjung ke rumah seorang teman atau keluarga, sebab sepotong coklat dapat membawa keakraban dalam setiap pertemuan.
Coklat kini dibuat dalam bentuk yang beraneka-ragam, disesuaikan dengan keinginan manusia untuk terus bereksplorasi dan berekspresi dalam seni kuliner. Dari ‘original chocolates’ yang hanya mengandung cocoa mass, cocoa butter, gula dan susu, sekarang para ahli coklat menambahkan bermacam-macam rasa lain ke dalam adonan coklat, sehingga terciptalah dunia coklat yang tidak terbatas.
Coklat dengan bumbu dapur? Tak pernah diduga bahwa ternyata rasanya disukai orang. Jahe, kayumanis, pekak (star anise), cabai, garam laut, hanya beberapa bumbu dapur yang sudah banyak dipakai para chocolatier di dapur uji mereka.
Bila Anda juga seorang penggemar coklat, tak ada salahnya di waktu senggang Anda mencoba berkreasi dengan coklat couverture yang dijual di toko-toko bahan kue dan mencoba menjadi seorang ‘ahli coklat’ dengan menambahkan rasa yang baru hasil fantasi Anda sendiri. Siapa tau, dengan coklat bikinan Anda itu teman-teman Anda akan semakin merasakan hangatnya persahabatan dengan Anda.
Bagaimana Memilih Coklat Yang Berkualitas?
Ada begitu banyak coklat beredar di pasaran, dari yang harganya murah sampai yang harganya selangit. Apa sebenarnya yang membedakan, sehingga harganya bisa berbeda begitu jauh?
Coklat yang baik harus ‘fresh’, memiliki aroma khas coklat, karena menggunakan biji kakao yang berkualitas tinggi dan ‘real dairy butter’, tidak terlalu manis karena kandungan coklatnya lebih dominan daripada kandungan gula, dan memakai ‘real flavour’ dari bahan-bahan alami.
Kesemua komponen itu menyebabkan harga jual coklat yang baik bisa jauh lebih tinggi daripada coklat berkualitas rendah. Namun harga yang tinggi itu tentu seimbang dengan kenikmatan yang diperoleh pembelinya. Oleh sebab itu kita perlu bersikap kritis dalam menentukan coklat mana yang akan kita beli atau pakai, karena pilihan yang salah akan menyebabkan kekecewaan di kemudian hari.




